RSS
Tampilkan postingan dengan label Fauna.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2010

Penyu Hijau, Kura-Kura Pengelana


Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Reptilia

Order:

Testudines

Family:

Cheloniidae

Genus:

Chelonia
Latreille in Sonnini & Latreille, 1802

Species:

Chelonia mydas


Penyu hijau hidup di lautan tropis dan subtropis di Samudra Atlantik dan Pasifik. Penyu hijau memiliki leher yang pendek dan sirip yang menyerupai lengan yang beradaptasi untuk berenang. Paruhnya pendek dan tidak melengkung. Beratnya mencapai 315 kg, yang terbesar mencapai 395 kg. Penyu remaja menghabiskan waktunya di laut dangkal. Penyu akan kembali ke pantai saat bertelur.

Keberadaan penyu hijau sangat jarang sehingga dilindungi oleh setiap Negara dan ditetapkan sebagai hewan dilindungi oleh IUCN dan CITIES. Namun dibeberapa Negara penyu hijau masih diburu dan diambil telurnya untuk dimakan.

Read More...

Bekantan, Primata Berhidung Besar


Kerajaan:

Animalia

Filum:

Chordata

Kelas:

Mammalia

Ordo:

Primata

Famili:

Cercopithecidae

Subfamili:

Colobinae

Genus:

Nasalis

Spesies:

N. larvatus

Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera Nasalis.

Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai kera Belanda.

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75cm dengan berat mencapai 24kg. Kera betina berukuran 60cm dengan berat 12kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Kalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, terkadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain.

Read More...

Enggang - Burung Besar Bercula


Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Aves

Order:

Coraciiformes

Family:

Bucerotidae

Genus:

Buceros

Species:

B. rhinoceros


Enggang atau Buceros rhinoceras, sejenis burung yang besar badannya dan paruhnya panjang. Yang jantan memiliki mata berwarna merah atau oranye, dan yang betina bermata putih. Panjangnya mencapai 122 cm. Dapat hidup hingga 35 tahun. Bisa dijumpai di Malaysia, Kalimantan, dan Sumatra

Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga.

Dalam budaya Kalimantan, burung enggang (tingan) merupakan simbol “Alam Atas” yaitu alam kedewataan yang bersifat “maskulin”. Di Kalimantan, burung enggang sakti dipakai sebagai lambang daerah atau simbol organisasi seperti di Lambang Negeri Sarawak, Kalimantan Tengah, Simbol Universitas Lambung Mangkurat dan sebagainya. Burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran pada budaya Dayak, sedangkan dalam budaya Banjar, burung enggang diukir dalam bentuk tersamar (didistilir) karena budaya Banjar tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang melarang adanya ukiran makhluk bernyawa.


Read More...

Beruang Madu, Maskot Kota Balikpapan


Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Mammalia

Order:

Carnivora

Family:

Ursidae

Genus:

Helarctos
Horsfield 1825

Species:

H. malayanus


Beruang madu memakan kadal, burung, dan mamalia kecil lainnya, juga memakan buah-buahan, telur, dan rayap. Beruang madu juga memakan sarang lebah, serangga, akar-akaran, cocoa dan kelapa.

Beruang madu tidak berhibernasi seperti beruang lainnya, sehingga ia dapat berreproduksi sepanjang tahun. Beruang madu mengandung selama 96 hari, dan menyusu selama 18 bulan. Mencapai kematangan seksual setelah berumur 3-4 tahun, dan hidup selama sekitar 28 tahun.


Read More...

Orangutan. Sang Penghuni Hutan

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Mammalia

Order:

Primates

Family:

Hominidae

Subfamily:

Ponginae
Elliot, 1912

Genus:

Pongo
Lacépède, 1799

Species:

Pongo pygmaeus
Pongo abelii


Orangutan adalah kera besar dengan tangan yang panjang dan bulu berwarna coklat. Sering ditemukan di hutan hujan Kalimantan, dan Sumatra.

Orangutan menghabiskan waktunya dipohon, tidur di sarang yang dibuat dari dahan-dahan yang dibentuk menjadi tempat tidur memakan daun yang muda, tunas, dan biji-bijian. Juga memakan serangga dan telur burung. Orang utan betina mampu mencapai 127 cm dan berat 45 kg, sedangkan yang jantan mampu mencapai 175 cm dan berat 118 kg.

Orangutan merupakan hewan langka yang terancam kepunahan dikarenakan kebakaran hutan, pemburuan liar, dan penambangan batu bara. Para petani sawit memburunya karena dianggap hama sawit.


Read More...

Kuntul Kerbau atau Bangau Putih


Cattle Egret

Scientific classification

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Aves

Order:

Ciconiiformes

Family:

Ardeidae

Genus:

Bubulcus
Bonaparte, 1855

Species:

B. ibis

Binomial name

Bubulcus ibis
Linnaeus, 1758

Subspecies

B. i. ibis

Linnaeus, 1758

B. i. seychellarum

Salomonsen, 1934

B. i. coromandus

Boddaert, 1783

Synonyms

Ardea ibis
Buphus coromandus
Cancroma coromanda
Lepterodatis ibis
Bubulcus bubulcus

Burung ini terdapat di daerah tropis, subtropics dan daerah hangat. Di Indonesia burung ini bermigrasi hingga ke seluruh Indonesia. Berhabitat di sawah dan padang rumput.

Panjang tubuh ± 50 cm, rentang sayap 88-96 cm, dan berat 270 – 512 gr. Bangau putih terbang berkelompok dalam formasi. Pada musim kawin, bulu kepala, leher dan dada berwarna putih bercampur jingga. Iris berwarna kuning, paruh kuning dan kaki hitam. Hidup dalam kelompok kecil. Makanannya berupa belalang, lalat, lebah, capung, ikan, cacing tanah, dan serangga air.

Kuntul Kerbau adalah suatu burung popular oleh peternak kerbau sebagai biocontrol parasit pada ternak seperti detak dan lalat. Suatu studi di Australia menemukan bahwa Kuntul Kerbau mengurangi banyaknya lalat yang mengganggu lembu dengan patukan secara langsung pada kulit kerbau. Hal ini membuat pengusaha peternakan dan Hawaiian Board of Agriculture and Forestry untuk melepaskan jenis ini di Hawaii.
Read More...

Bangau Besar Bangau Tongtong


Lasser Adjutant

Scientific classification

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Aves

Order:

Ciconiiformes

Family:

Ciconiidae

Genus:

Leptoptilos

Species:

L. javanicus

Binomial name

Leptoptilos javanicus
Horsfield, 1821

Merupakan burung bangau yang besar dari ciconiidae. Dapat ditemukan di Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Bali, berhabitat di sawah, danau, mangrove dan padang rummput tergenang. Panjang tubuh ± 110 cm, mudah dikenali, warna bulu hitam dan putih, dengan paruh besar dan lebar. Punggung, sayap dan ekor hitam. Kepala lebar, bagian kepala yang tidak berbuluberwarna merah muda. Pada mahkota terdapatbulu-bulu halus berwarna putih. Iris berwarna abu-abu kebiruan, paruh abu-abu dan kaki coklat gelap.

Makanan utamanya katak, dan serangga, juga memakan burung muda, kadal, tikus. Bangau ini terkadang juga memakan bangkai.

Read More...

Kancil atau Pelanduk


Java Mouse-deer

Scientific classification

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Mammalia

Order:

Artiodactyla

Family:

Tragulidae

Genus:

Tragulus

Species:

T. javanicus

Tubuh bagian atas berwarna coklat kemerahan, tengkuk bagian tengah biasanya lebih gelap daripada bagian tubuh lainnya. Bagian bawah putih dengan batas sedikit kecoklatan di tengah, tanda khusus di kerogkongan dan dada bagian atas berwarna coklat tua. Raut mukanya putih, terlihat seperti sebuah garis dari dagu sampai dada. Makanannya berupa rumput, daun-daunan yang berair, kecambah, buah-buahan yang jatuh di tanah, kulit pisang, papaya, ubi, dan ketela.

Berhabitat di hutan primer dan sekunder yang cukup lebat atau tanah kering di dataran rendah atau kaki bukit tidak jauh dari sungai dengan vegetasi lebat. Dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Kepulauan Singkep, Pulau Penebanga, Pulau Labuan dan Pulau Laut.

Read More...

Kucing Hutan (Leopard Cat)


Leopard Cat

Scientific classification

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Mammalia

Order:

Carnivora

Family:

Felidae

Genus:

Prionailurus

Species:

P. bengalensis

Ukuran Kucing Hutan sama seperti kucing domestik, tetapi ada perbedaan regional yang pantas dipertimbangkan: di (dalam) Indonesia rata-rata ukuran adalah 45 cm, ditambah 20 cm panjang ekor, 60 cm/40 cm di daerah Amur. Tinggi bahunya adalah 41 cm dan beratnya 4.5-6.8 kg, sama dengan kucing domestik. Warna bulunya variatif, kuning di selatan, tetapi abu-abu-silver di utara. Bulunya halus dan pendek. Warna khas kuning kecoklatan dengan belang-belang hitam dari bagian kepala sampai tengkuk, lainnya bertotol-totol hitam. Makanannya berupa binatang kecil seperti tikus, bajing, burung, tupai, marmot, kadal, kancil, kelelawar, dan kelinci.

Berhabitat di hutan primer dan sekunder dengan ketinggian 1.500 m. Kadang-kadang dijumpai di dekat perkampungan. Dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali

Read More...

Raja Udang Meninting, Burung Biru yang Menawan


Blue-eared Kingfisher

Scientific classification

Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Coraciiformes
Family: Alcedinidae
Genus: Alcedo
Species: A. menintin

Burung ini berukuran sekitar 15 cm dengan ciri-ciri, punggung biru terang/metalik. Punggung lebih gelap, tubuh bagian bawah merah-jingga terang. Penutup telinga biru mencolok. Iris coklat, paruh kehitaman, dan kaki merah.

Burung ini hidup di dekat aliran air tawar seperti sungan dan danau, kadang-kadang juga terlihat diatas air payau sampai ketinggian 1.000 mdpl dan lebih menyukai pepohonan.

Dapat ditemukan di India sampai Cina dan Asia Tenggara,Filipina, Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, Jawa-Bali dan Lombok.

Read More...

Keaneka Ragaman Fauna

Keanekaragaman Fauna

Secara Umum, baik di Jawa Barat maupun di dunia, dunia fauna dapat dikelompokan menjadi kelompok-kelompok sebagai berikut :
Kelompok Serangga

Kelompok ini memiliki berbagai macam manfaat. Salah satu perannya yang sangat penting adalah proses penyerbukan yang dilakukan oleh kupu-kupu. Namun saat ini keberagamannya sudah sangat berkurang, dikarenakan berkurangnya habitat dan eksploitasi oleh manusia.
Kelompok Pisces
Ikan - ikan yang dijumpai di tiga daerah aliran sungai citarum dan tiga waduk besar di wilayah Jawa Barat yaitu : Jatiluhur, Carita, dan Saguling dijumpai jenis-jenis ikan sebagai berikut : Ikan yang menjadi ciri khas Sungai Citarum : tagih/baung, hampal, keting, dan udang batu Ikan khas Sungai Citarum yang tidak ditemukan lagi setelah pembangunan waduk : tawes, lelawak, sengal, arengan, walangi Ikan yang masih bisa ditemukan di Sungai dan Waduk : deleg, sidat/moa, betok, pepetek, kebo gerang, julung-julung, keting, beureum panon, beunter, sepat, paray, betutu/bodo, jeler, oleng, gabus, belut Ikan budidaya yang diintroduksi ke perairan waduk : patin, ikan mas, nila, gurame Ikan hias yang diintroduksi ke perairan waduk : arwana, golsom, oskar Ikan yang secara tradisi dikonsumsi oleh masyarakat sekitar : tagih/baung Ikan atau udang yang dijumpai dalam periode tertentu : Udang batu.
Kelompok Ampibi atau Reptil
Kelompok ini semakin hari semakin langka, hal ini disebabkan habitat yang tersedia semakin berkurang dan belum satupun dari jenis kelompok ini yang dibudidayakan. Beberapa jenis Ampibi dan Reptil yang masih bisa dijumpai adalah : biawak (Tasikmalaya) dan Kura-Kura (Bogor)
Kelompok Aves
Kelangkaan jenis burung lebih dikarekanakan nilai ekonomis burung yang sangat tinggi sebagai hewan peliharaan. Di danau-danau kecil di Sentul (Bogor) beberapa jenis burung air masih bisa dijumpai, seperti : belekok, bangau, dan raja udang.
Kelompok Mamalia
Kelangkaan jenis mamalia disebabkan dua hal, aktivis perburuan, dan habitatnya terganggu. Banten di Hutan Sancang (Garut) dan Pangandaran sudah semakin berkurang. Rusa ditangkarkan di Ranca Upas.

Read More...

Keanekaragaman Fauna Di Indonesia

Read More...